Cara Mudah dan Asyik Belajar Al-Qur'an dengan Jari Qur'an

Cara Mudah dan Asyik Belajar Al-Qur'an dengan Jari Qur'an

Mayoritas penduduk bangsa Indonesia beragama Islam. Menurut data BPS 2010, jumlah penduduk negara kita yang beragama Islam adalah 207.176.162 jiwa. Akan tetapi,  hasil survei dari Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ), Kaum Muslimin di Indonesia yang bisa membaca Al-Quran dengan baik baru sekitar 20%. Ini tentu sebuah realita yang menyedihkan, mengingat Al-Quran adalah kitab suci yang menjadi panduan Kaum Muslimin dalam menjalankan perintah dan larangan-Nya.

Salah satu penyebab mengapa permasalahan itu terjadi adalah karena belajar membaca, menulis, serta memahami isi Al-Quran belum menjadi prioritas bagi Kaum Muslimin. Selain itu, berbagai metode pengajaran Al-Quran kebanyakan dinilai sulit diterapkan anak-anak, karena sifatnya yang monoton, dan kurang pas dengan kondisi kejiwaan anak-anak. Berbagai metode pengajaran Al-Quran yang sudah ada, tidak diikuti dengan program khusus penguatan motivasi mencintai Al-Quran. Maka, banyak kasus terjadi, anak bisa bisa membaca Al-Quran dengan baik pun, tidak lantas tergerak untuk membaca Al-Quran tiap hari, apalagi terdorong untuk memahami kandungannya.

Tetapi, lewat Metode JARI QUR’AN, ternyata permasalahan tersebut bisa diatasi. Membuat anak bisa membaca Al Qur’an itu tidak terlalu sulit. Kuncinya adalah, anak-anak terlebih dahulu merasakan suka dalam mempelajari Al Qur’an. Rasa suka ini sangat penting, karena mendorong anak untuk mau mengkajinya dan berusaha menerapkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam metode JARI QURAN, anak diajak menjelajahi Al-Quran dengan cara yang sangat khas dengan dunia anak-anak.

Rasa suka pada anak-anak terhadap Al-Quran, ditumbuhkan melalui tiga hal yang tidak pernah ditolak oleh anak yaitu dongeng/kisah, permainan, dan hadiah. Ketiga hal itulah yang diracik di dalam Metode JARI QURAN.

  • Dongeng/Kisah

Dongeng, atau kisah, ternyata terbukti merupakan sarana yang ampuh untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Dongeng juga akan merangsang imajinasi dan daya kreativitas anak, juga menjadi sarana pengikat emosi antara orang tua dengan anak, atau pengajar dengan anak. Dongeng, dalam metode ini digunakan untuk menguatkan motivasi anak dan menanamkan nilai-nilai Al-Quran, sehingga anak tidak hanya sekadar diajari kemampuan teknis baca-tulis Al-Quran, tetapi juga menghayati kandungannya.

Al Qur’an akan benar-benar menjadi petunjuk (huda) bagi anak-anak kita, yang memberikan arah ke jalan yang lempang dan terang di dalam menapaki kehidupan tatkala anak masih bersama kita, maupun setelah hidup mandiri tak lagi bersama kita.

  • Permainan

Menurut Papalia (1995), anak memang berkembang dengan cara bermain. Dengan demikian, dunia anak-anak adalah dunia bermain. Dengan bermain, anak-anak menemukan dan mempelajari hal-hal/keahlian  baru. Apa yang disebut dengan bermain? Menurut para ahli-ahli psikologi perkembangan anak, bermain adalah kegiatan anak yang dirasakan olehnya menyenangkan dan dinikmati (pleasurable and enjoyable).

Salah satu ciri khas dari metode ini adalah penggunaan jari untuk membantu anak-anak mengingat bentuk-bentuk huruf. Huruf-huruf dengan bentuk yang mirip di kumpulkan menjadi satu, masing-masing jari menjadi simbol dari huruf-huruf tertentu. Sembari menghafal, anak-anak akan bernyanyi dan menggerakkan jari-jarinya, sehingga semua konsentrasi akan terpusat ke pengenalan huruf tersebut.

  • Hadiah

Dalam metode JARI QURAN, anak juga dirangsang dengan reward atau hadiah, sehingga semakin bersemangat untuk mengikuti program ini.

Setelah dipraktikkan, ternyata metode tersebut terbukti berhasil meningkatkan kecintaan anak-anak dalam mempelajari Al-Quran, mulai dari membaca, menulis, dan bahkan tengah dikembangkan teknik pemahaman Al-Quran untuk anak melalui gerakan simbolik.

Metode JARI QUR’AN sangat cocok diberikan kepada anak-anak usia 0-12 tahun,  baik yang belajar baca-tulis Al-Quran dari orangtuanya di rumah, di masjid, di sekolah, dan di mana saja.

PRINSIP DAN TUJUAN METODE JARI QURAN

  1. Dalam metode ini, huruf-huruf hijaiyah dikelompokkan dan dihapalkan bentuknya, sehingga memudahkan anak untuk mengingat bacaan dan tulisannya
  2. Alat peraga yang digunakan mudah dan praktis, berupa alat peraga utama yaitu jari tangan, serta dilengkapi dengan cerita/kisah/dongeng, dan lagu-lagu yang menarik.
  3. Berbagai warna juga digunakan, serta aneka permainan yang edukatif, sehingga menstimulasi kreativitas anak
  4. Metode JARI QURAN menyempurnakan metode-metode sebelumnya  yang hanya menekankan  pada aspek kemampuan membaca Al-Quran pada anak. Pada metode JARI QURAN, motivasi anak untuk lebih dalam mempelajari isi Al-Quran juga diperkuat, sehingga anak tidak hanya BISA, tetapi juga CINTA.
  5. Selain bisa membaca, metode JARI QURAN juga dirancang agar anak bisa menulis Al-Quran, memahami maknanya, dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
 
Penulis Septi Peni Wulandani, 9786021614297
ISBN : 9786021614297
Poin Hadiah: 0
Ketersediaan: Stok ada
Harga: Rp.49.000,00 Rp.29.400,00
Tidak Termasuk Pajak: Rp.29.400,00
Qty:  Beli
   - atau -   

Tulis review

Nama Anda:


Review Anda: Note: HTML is not translated!

Rating: Buruk            Baik

Masukkan kode dalam kotak di bawah ini:



Powered by Busana Muslim